Narsun, Pengrajin Wayang Desa Wlahar Wetan

Bagi masyarakat Wlahar Wetan, nama Narsun tidak lagi asing di telinga mereka. Pria kelahiran Banyumas, 71 tahun silam ini, memiliki kesukaan yang unik. Bagi Narsun, wayang adalah jiwanya.

Narsun kecil sangat menyukai wayang. Berawal dari hanya melihat orang-orang di sekitarnya membuat wayang, ia lalu belajar membuat wayang secara otodidak. Bagi Narsun, membuat wayang itu sangat menyenangkan.

Ia selalu membuat wayang-wayang dengan penuh perasaan dan ketelitian.

“Kalau sudah hobi memang susah untuk dihentikan, yang penting hobinya bermanfaat,” ucap pria yang sudah penuh uban di rambutnya.

Saat ini, Narsun bekerja di bengkel miliknya. Sambil menunggu pelanggan, atau setelah menyelesaikan pekerjaan bengkel, ia mengisi waktu luangnya dengan membuat wayang. Kadang ia menawarkan wayang-wayangnya ke orang-orang yang datang ke bengkel.

Selain bekerja di bengkel, terkadang pria yang sudah mulai senja ini juga menjadi dalang di beberapa acara tertentu.

“Kadang kalau diundang, disuruh menjadi Dalang, saya berangkat. Rezeki tidak boleh ditolak,” pungkasnya dengan senyum.