Limbah kertas semen yang biasanya dibuang begitu saja, ternyata dapat di sulap menjadi sebuah payung kertas yang cantik. Payung kertas Kalibagor sudah terkenal hingga ke mancanegara. Payung ini pernah mengikuti festival 5 negara di Solo. Kala itu payung Kalibagor menjadi pusat perhatian para turis karena keunikan payung ini yang terbuat dari limbah kertas semen.
Payung yang biasanya hanya digunakan sebagai bentuk perlindungan diri saat turun hujan. Namun, melalui tangan para pengrajin yang ada di Kalibagor, payung tersebut dapat disulap menjadi sebuah karya dari anak bangsa yang dapat bersaing hingga ke mancanegara.
Kalibagor memang sudah terkenal dengan payung yang terbuat dari limbah kertas dari zaman dulu hingga sekarang. Para penikmat seni masih kerap kali mencari pengrajin payung Kalibagor untuk memesan payung khasnya sesuai selera.
Pengrajin Kalibagor menyediakan berbagai macam variasi payung sesuai pemesanan. Namun, tetap mempertahankan keaslian yaitu menggunakan limbah kertas semen dan bambu sebagai gagang payung untuk pegangan. Mulai dari payung tari, payung untuk hiasan hotel, hingga payung untuk kematian.
Payung Kalibagor merupakan salah satu potensi Kalibagor yang sering unjuk gigi di dunia luar misalnya dalam event extravaganza Banyumas atau dalam rangka memperingati hari lahir kota Banyumas. Payung Kalbagor digunakan untuk para kepala desa dan para pejabat tinggi sebagai ajang mempromosikan potensi desa lewat extravaganza. (Selly Wahyuningsih)