Ketahanan pangan tetap menjadi permasalahan pokok di sebagian besar negara. Peningkatan jumlah penduduk, daya beli dan dinamika iklim global menjadi faktor pemicunya.
Untuk membangun ketahanan pangan keluarga, Kelompok PKK RT 06 RW 01 Desa Kalibagor memanfaatkan tanah pekarangan. Melalui program Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP), mereka menanam jenis-jenis sayuran seperti tomat, pare, terong, kembang kol sampai cabai.
Miswono (58), Ketua RT mengatakan lahan pekarangan memiliki potensi untuk penyediaan bahan pangan keluarga, Kamis (2/2). Bila setiap warga mampu mengolah tanah pekarangannya maka kebutuhan pangan tercukupi.
“Setiap hari saya butuh bumbu dapur, semua tercukupi lewat pemanfaatan pekarangan,” ujarnya.
Sementara itu, Sri, penggerak PKK, menjelaskan warga yang terlibat dalam program PTP mendapatkan bibit dan pupuk gratis. Pemdes Kalibagor menganggarkan subsidi bibit dan pupuk, termasuk melatih cara tanam bibit sampai panen.
Salah satu peserta pelatihan, Sumiarti, mengungkapkan pelatihan dilakukan secara rutin setiap pertemuan PKK dan Dasawisma (Dawis). Warga menyambut baik pelatihan tersebut, termasuk Sumiarti.
Awalnya, Sumiarti menanam bibit sayuran hanya sekadar untuk mengisi waktu luang, sekarang menjadi kegiatan rutin.
“Tadinya saya hanya ikut-ikutan ibu yang lain, hanya untuk mengisi waktu luang. Tapi lama-kelamaan jadi senang melihat hasil tanam sendiri,” tuturnya.
Hasil panen PTP untuk konsumsi pribadi. Jika panennya melimpah, hasil panen Sumiarti dijual ke warung tetangga.
Di RT 06 RW 01 Desa Kalibagor, saat ini program PTP berkembang menjadi pusat penjualan bibit. Pembelian dilakukan melalui ketua RT.
“Bibit kami jual Rp 500 per satu bibit atau polybag.” terang Miswono.
Kerja keras Kelompok PKK RT 06 RW 01 Desa Kalibagor berbuah prestasi. Mereka menjadi Juara II dalam Lomba Pemanfaatan Tanah Pekarangan Tingkat Kabupaten pada Oktober 2016. (Kaka Ukhti)