Tahu merupakan makanan favorit orang Indonesia. Harganya murah, namun banyak gizi. Rasanya gurih, hingga banyak yang suka. Di balik rasanya yang enak, tahu mengandung banyak gizi, baik sumber makro maupun mikro. Sumber gizi makro berupa karbohidrat, protein, dan lemak, sedangkan sumber gizi mikro berupa vitamin B kompleks , vitamin B12, vitamin E, mineral, phosphor, dan kalium.

Bagi Anda yang menggemari tahu, tentu menginginkan tahu yang sehat dan berkualitas. Di Desa Wlaharwetan, Kalibagor, Banyumas ada Bapak Kuat yang memproduksi tahu melalui proses higienis. Tahu terbentuk dari endapan biji kedelai kuning yang telah mengalami koagulasi.

Tahu bermanfaat menyembuhkan kolesterol jahat, diabetes, dan osteoporosis. Tahu juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, menambah energi, dan mengurangi kelebihan berat badan. Manfaat yang terdapat pada tahu akan lebih maksimal apabila tahu dimasak secara benar dan baik, bahkan tahu bertahan sampai 2–3 hari.

Bapak Kuat telah merintis produksi tahu selam lebih 4 tahun. Setiap hari, dia menghabiskan 75 kg kedelai per hari. Sekali masak, ada 5 kg kedelai terproses. Awalnya, kedelai direndam selama 2 jam, lalu digiling hingga halus. Kedelai direbus dengan tiga kali penyiraman air saat proses mendidih. Setelah itu, kedelai disaring, diberi biang, dan dicetak.

Bapak Kuat menjual produksi tahunya menjadi tiga bagian yaitu;

  1. Harga satuan tahu Rp 100,- dengan ukuran lebar 1,25 cm, panjang 2,25 cm, dan tinggi 2,5 cm, berisi 10 buah tahu dengan harga jual Rp 1.000,-
  2. Harga satuan tahu Rp 200,- dengan ukuran lebar 2,5 cm, panjang 3,5 cm, dan tinggi 2,5 cm, berisi 10 buah tahu dengan harga jual Rp 2000,-
  3. Harga satuan tahu Rp 400,- dengan ukuran lebar 5 cm, panjang 7 cm dan tinggi 2,5 cm, berisi 5 buah tahu dengan harga jual Rp 2000,-

Pangsa pasar tahu produksi Pak Kuat cukup luas, bahkan hingga ke mancanegara. Untuk pemasaran lokal, dia bisa menjual hingga Jatilawang, sementara pasar mancanegara dilakukan oleh keluarganya yang tinggal di Malaysia.