Seorang pendatang dari kota Udang merintis usahanya di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Sujai panggilan akrabnya, beliau merintis usaha di Kalibagor sebagai usaha rumahan tanjakan keluarga milik ayahnya. Usaha tanjakan yang dimaksud merupakan usaha yang telah dirintis oleh ayahnya pada masa mudanya dulu, yang kemudian usaha tersebut dilanjutkan oleh anaknya yaitu pak Sujai. Sebab disebutnya usaha tanjakan karena pak Sujai ingin menjadikan usaha tersebut semakin berkembang dan menanjak. Biasanya orang yang merintis usaha dari ayahnya atau sejak zaman dulu akrab dikenal sebagai usaha turunan namun berbeda dengan mindset yang dimiliki pak Sujai.

Berawal dari usaha stik drumband tahun 2000 pada zaman itu untuk memperoleh pasaran pak Sujai mendatangi setiap toko yang membutuhkan stik drumband kemudian meninggalkan nomer handphonenya. Usaha pak Sujai ternyata berbuah manis setelah tiga tahun berlalu sejak menyebarkan nomer handphone kemudian pak Sujai ramai pemesanan stik drumband dan tetap mempertahankan bahan dasar stik drumband tersebut yang terbuat dari kayu Albasia. Sehingga kayunya awet hingga tahunan dan tidak mudah rapuh seperti kayu makhoni.

Pada saat pemesanan semakin bertambah sempat kewalahan kala itu, Pak Sujai menerima pesanan dengan prodak yang berbeda. Tanpa pikir panjang dengan para karyawan yang masih selalu menemani karena ini sebuah tantangan kemudian pak Sujai membuat prodak tersebut. Prodak itu adalah papan karambol, berawal dari menyebarkan nomer handphone ternyata berbuah manis alhasil banyak pula yang memesan papan karambol yang kemudian usaha tersebut berkembang pemasarannya dari Banyumas, Bumiayu, tegal, Brebes dan Cirebon karambol pak sujai juga terkenal dengan kerapihan dalam pembuatan dan kekuatan kayu yang digunakan. Dalam membuat papan karambol pak Sujai menggunakan kayu Albasia sebagai bahan dasar dan kayu papan sebagai permukaan papannya.

Usaha papan karambol pak Sujai selalu ramai pemesanan, kemudian pada pertengahan tahun 2007 pak Sujai membuat prodak berbeda karena pemesanan saat itu. Prodak baru yang dibuatnya adalah tongkat pramuka. dengan bermodalkan sebilah bambu muda pak Sujai mampu menyulapnya menjadi tongkat pramuka yang dapat bermanfaat untuk para pelajar dalam melakukan kegiatan pramuka. Pada saat itu banyak sekali pemesanan tonngkat pramuka di saat hari pramuka yang jatuh pada tanggal 14 Agustus dan hari lahirnya bapak pandu dunia atau yang sering disebut Boden Powel day. Oleh sebab itu pak Sujai menekuni untuk membuat tongkat pramuka tersebut hingga sekarang,

Usaha pak Sujai ini sangat membantu masyarakat sekitar desa Kalibagor, karena dari usaha rumahan tersebut pak sujai mampu membuka lapangan pekerjaan di rumah sendiri tanpa jauh dari keluarga. Pada dasarnya sebelum pak Sujai merintis usaha tersebut pak Sujai sempat menjadi karyawan pabrik hingga meraih julukan sebagai karyawan teladan namun karena tuntutan harus membantu orang tua mengembangkan usahanya akhirnya beliau meninggalkan pekerjaannya walaupun pada saat itu upah yang dihasilkan cukup membantu keuangan karena dari upah seorang pabrik karyawan pak Sujai mampu merubah rumahnya menjadi rumah nyaman dengan fasilitas yang serba kecukupan.

Udaha rumahan pak Sujai sudah banyak dikenal kalangan masyarakat karena kualitas bahan yang digunakan selalu memberikan mutu yang baik. Sehingga banyak orang yang langsung memesannya ke rumah pak Sujai. Utnuk mempertahankan usaha rumahan tidaklah mudah, persaingan tentu ada pernah pula ada penghianatan dari seorang karyawan namun pak Sujai tidak perduli itu bagi Pak Sujai yang penting bisa bekerja dengan jujur adalah kunci kesuksesan dalam sebuah usaha.