Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nmr 6 Th 2004 Bab 1 Pasal 1 Nmr 11

Aset Desa merupakan barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) atau perolehan gak lain yang sah.

Aset Desa dapat berupa :

-tanah kas desa

-tanah ulayat

tanah bersama para warga masyarakat hukum adat yang bersangkutan

-pasar desa

pasar yang berada diwilayah desa itu dan yang mengelola ialah pihak desa tersebut.

-pasar hewan

-tambatan perahu

suatu pangkalan tempat mengikat perahu yang berlabuh dipantai atau penyebrangan

-bangunan desa

-pelelangan ikan

-pelelangan hasil pertanian

-hutan milik desa

-mata air milik desa

-pemandian umum

dan aset lainnya milik desa.

Jenis Aset Desa terdiri dari :

1 Kekayaan asli desa;

2 Kekayaan milik desa yang dibeli atau diperoleh atas beban APBDesa;

3 Kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis;

4 Kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan/atau diperoleh berdasarkan ketentuan peraturan undang-undang;

5 Hasil kerja sama desa; dan

6 Kekayaan desa yang berasal dari perolehan lain yang sah.

Contoh pengelolaan aset desa salah satunya ialah melalui BUMDesa

BUMDesa memiliki beberapa klasifikasi seperti usaha bersama atau lembaga perantara seperti koperasi sebagai penghubung yang mana menghubungkan produk pertanian dengan pasar atau agar para petani tidak kesulitan menjual produk mereka ke pasar

Itu semua tergantung kebutuhan Desa itu sendiri. Bisa dikatakan BUMDesa itu menjadi semacam jasa pelayanan untuk melayani dan membantu kebutuhan masyarakat di pedesaan.

Seperti yang sudah diterapkan di suatu desa

Ditunjang dengan perairan laut yang cukup luas di daerah itu, membuat pengelolah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Lalonggolosua Kecamatan Tanggetada memilih mengelolah usaha mereka di bidang kelautan. Salah satunya adalah dengan menjadi pelaksana pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan di desa tersebut.

Karena di Desa Lalonggolosua memiliki sumber daya alam laut yang cukup diandalkan bagi warga utamanya nelayan, maka dengan dasar itu Pemerintah Desa, pengurus BUMDes dan masyarakat bersepakat mengelola kegiatan pelelangan ikan dari nelayan yang kemudian kembali dijual kepada masyarakat yang ingin membeli ikan tersebut. Jadi sifatnya BUMDes disini bertindak sebagai pedagang perantara. Dari hasil tersebut BUMDes mendapatkan kelebihan harga penjualan yang kemudian dijadikan sebagai aset BUMDes.

Kemudian selain usaha pelelangan ikan, BUMDes di desa itu juga mengelola usaha jual beli sembako untuk warga desa khususnya bagi warga yang kurang mampu.